arvian
Monday, March 8, 2010
Audit Mutu Internal
A. PENGERTIAN AUDIT MUTU
Pengertian audit mutu dapat dijumpai dalam Panduan Audit Sitem Manajemen Mutu SNI 19-19011-2002. Dalam panduan tersebut, audit mutu didefinisikan sebagai proses sistematik, independen dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti audit dan mengevaluasinya secara objektif untuk menentukan sampai sejauhmana kriteria audit dipenuhi (BSN, 2002). Audit Sistem Mutu biasanya dilakukan untuk menentukan tingkat kesesuaian aktivitas organisasi terhadap standar Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000 yang telah ditentukan serta efektivitas dari penerapan system tersebut.
B. TUJUAN AUDIT MUTU
Dari pengertian audit mutu yang diuraiakan di atas, bahwa tujuan audit mutu adalah untuk mendapatkan data dan informasi faktual dan signifikan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen, perbaikan dan/atau perubahan. Temuan hasil audit selanjutnya dianalisis, dinilai kecukupan dan kesesuaiannya terhadap standar ISO 9001:2000. Hasil temuan auditor tersebut akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, pengendalian manajemen, perbaikan dan/atau perubahan. Secara rinci tujuan umum dari audit mutu yaitu (Willy Susilo,2000) :
1. Untuk memperoleh prioritas permasalahan yang tengah dihadapi organisasi
2. Untuk merencanakan pengembangan usaha Untuk memenuhi persyaratan suatu sistem manajemen yang digunakan sebagai acuan
3. Untuk memenuhi persyaratan regulasi ataupun persyaratan kontrak dengan (misalnya) pelanggan
4. Untuk mengevaluasi terhadap pemasok
5. Untuk menemukan adanya potensi resiko kegiatan organisasi
Sedangkan tujuan audit mutu secara khusus adalah untuk memberikan umpan balik tentang kinerja organisasi yang diuraikan sebagai berikut (Iskandar Indranata,2006):
1. Mengarahkan pencapaian sasaran Memberikan sense of urgency
2. Menemukan peluang perbaikan
3. Memastikan apakah sistem diterapkan secara efektif
4. Mendeteksi penyimpangan-penyimpangan terthadap kebijakan mutu sedini mungkin
C. PRINSIP AUDIT MUTU
Audit mutu didasarkan pada sejumlah prinsip. Ketaatan dan kepatuhan terhadap prinsip tersebut merupakan prasyarat untuk memberikan kesimpulan audit yang sesuai dan cukup serta memungkinkan auditor bekerja secara independen untuk mencapai kesamaan kesimpulan pada situasi serupa. Prinsip Audit Mutu, secara garis besar terdiri dari dua prinsip yaitu prinsip-prinsip yang terkait dengan auditor dan prinsip-prinsip yang terkait dengan kegiatan audit.
1. Prinsip-prinsip yang terkait dengan auditor, yaitu :
a. Kode Etik sebagai Dasar Profesionalisme.
Kode Etik merupakan dasar profesionalisme auditor dalam pelaksaan audit. Profesionalisme dari seorang auditor tercermin pada sikap dapat dipercaya, memiliki integritas, dapat menjaga kerahasiaan dan berpendirian. Seorang auditor harus mampu menunjukkan sikap berpendirian, yaitu sikap mampu memberikan penilaian yang proporsional dan kontekstual.
b. Menyajikan hasil yang obyektif dan akurat,
Seorang auditor berkewajiban untuk melaporkan hasil temuan audit secara benar dan akurat. Temuan audit, kesimpulan audit dan laporan audit mencerminkan pelaksanaan kegiatan audit secara benar dan akurat. Hambatan signifikan yang ditemukan selama audit dan perbedaan pendapat yang tidak terselesaikan antara tim audit dan auditi harus dilaporkan.
c. Profesional, memiliki kompetensi sebagai auditor.
2. Prinsip Audit yang relevan dengan kegiatan audit, yaitu :
1. Independen-auditor (mandiri dan tidak berpihak) tidak melakukan audit pada area yang bukan tanggungjawabnya.
2. Bukti Obyektif sebagai dasar membuat kesimpulan audit, dapat diverifikasi dan sample audit yang diambil cukup mewakili
3. Terencana, audit harus terencana secara sistematik sesuai dengan kebutuhan dan tujuan organisasi.
D. ALASAN MELAKUKAN AUDIT MUTU
Dalam Sistem Manajemen Mutu (SMM) ada beberapa alasan melakukan audit berkesinambungan yaitu untuk melihat efektivitas system berdasar sampling dan lokasi/bagian, walaupun alasan yang pokok memberi jaminan dan mencegah timbulnya masalah-masalah dan meningkatkan efektivitas SMM alasan melakukan Audit antara lain (Iskandar Indranata, 2006) :
1. Mengembangkan sistem pada organisasi.
2. Meyakinkan organisasi akan efektivitas dan kesesuaian akan system itu sendiri.
3. Meyakinkan organisasi dalam memilih pemasok baru, bahwa SMM pemasok sesuai dengan apa yang diinginkan organisasi.
4. Meyakinkan organisasi bahwa pemasok yang ada masih memenuhi persyaratan yang ditetapkan organisasi.
5. Memenuhi kesesuaian standar/undang-undang, bahwa organisasi harus terus menerus mengimplementasikan dan memelihara SMM secara konsisten.
E. MANFAAT AUDIT
Hasil audit dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperuam . alah atu manfaat audit yang paling sentral adalah sebagai dasar untuk mengambil keputusan, melakukan perbaikan, meningkatkan eisiensi dan efektivitas fungsi organisasi. Dengan informasi hasil penilaian auditor dan rekomendasi yang disampaikan, akan memungkinkan pimpinan unit operasi melakukan tindakan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi, efektivita maupun produktivitas usaha secara lebih terarah.
Proses audit merupakan media pembelajaran dan pertumbuhan yang tidak ternilai harganya bagi para pelaku audit itu sendiri. Karena melalui proses audit, tejadi proses pemahaman secara mendalam tentang seluk beluk operasi organisasi serta permasalahannya yang dihadapinya, baik permasalahan skala organisasi maupun permasalahan spesifik yang ada pada setiap fungsi dalam organisasi. Dengan demikian seorang auditor secara disadari atau tidak telah mempelajari proses manajemen organisasi secara komprehensif dan manajemen fungsional secara intensif. (BQST)
Sumber : http://bambangkesit.staff.uii.ac.id
Audit Sumber Daya Manusia
Definisi Audit Sumber Daya Manusia
• Suatu daftar periksa untuk menilai seluruh aspek dari manajemen sumber daya manusia dalam suatu perusahaan
Daftar periksa Sumber Daya Manusia (David Stevens)
1. Struktur Organisasi
2. Uraian / Deskripsi posisi
3. Rencana keberhasilan manajemen
4. Kebijakan rekruitmen
5. Prosedur rekruitmen
6. Program perkenalan
7. Penilaian kinerja
8. Penilaian potensi individu
9. Perencanaan jenjang karier
10. Program pelatihan
11. Administrasi kompensasi
12. Fungsi departemen SDM
13. Perencanaan manusia
14. Catatan pribadi
15. Relevansi aplikasi komputer
16. Pemahaman iklim organisasi
17. Pembagian informasi dengan karyawan
18. Desain pekerjaan
19. Hubungan industrial
20. Kesehatan karyawan
21. Keamanan karyawan
22. Pelayanan karyawan
23. Pengumpulan angka statistik
24. Praktek pengunduran diri
25. Dokumentasi / formulir formulir
26. Keamanan
27. Interaksi sosial
Menurut Sherman & Bohlander, audit SDM memberikan peluang untuk:
1. Menilai efektivitas fungsi SDM
2. Memastikan ketaatan terhadap hukum, kebijakan, perturan dan prosedur
3. Menetapkan pedoman untuk penetapan standar
4. Memperbaiki mutu staff SDM
5. Meningkatkan citra dari fungsi SDM
6. Meningkatkan perubahan dan kreatifitas
7. Menilai kelebihan dan kekurangan dari fungsi SDM
8. Memfokus staff SDM pada masalah masalah penting
9. Membawa SDM lebih dekat pada fungsi fungsi yang lain.
Pelaksanaan Audit
– Audit dapat dilakukan oleh personel internal maupun eksternal
Langkah langkah dalam proses audit (Walter R. Mahler)
1. Memperkenalkan gagasan audit dan menekankan manfaat yang diperoleh
2. Memilih personel dengan ketrampilan yang luas dan memberikan pelatihan
3. Mengumpulkan data dari tahun yang berbeda dalam organisasi
4. Menyiapkan laporan audit untuk manager lini dan evaluasi departemen SDM
5. Mendiskusikan laporan dengan manager operasi
6. Menyatukan tindakan korektif
Pendekatan audit SDM
1. Menetapkan ketaatan hukum dan peraturan
2. Mengukur kesesuaian program dan tujuan
3. Menilai performa program
Fungsi SDM
1. Perencanaan
2. Pemilihan
3. Pelatihan
4. Penilaian
5. Kompensasi
6. Hubungan ketenagakerjaan
Memanfaatkan temuan audit
– Untuk mengidentifikasi tipe tindakan korektif yang diperlukan
Metode metode untuk menganalisa temuan
1. Membandingkan program SDM dengan organisasi
2. Berdasar audit dari beberapa sumber otoritas
3. Mempercayai suatu ratio atau rata rata staf SDM dengan total
4. Menggunakan audit ketaatan untuk mengukur aktifitas SDM apakah sesuai dengan kebijakan, prosedur dan peraturan
5. Mengelola departemen SDM berdasarkan sasaran
Menyiapkan Laporan dan Rekomendasi
– Laporan hasil temuan, evaluasi dan rekomendasi untuk memperbaiki kekurangan dan kelemahan program SDM
Audit Manufaktur
Praktik Pengauditan Internal dan Peran Komite Audit Pada Perusahaan Manufaktur
A. PROFIL ORGANISASI
Antam adalah perusahaan tambang dan logam Indonesia milik negara yang telah melakukan aktivitas eksplorasi, eksploitasi, produksi, proses manufaktur, permurnian serta pemasaran ke seluruh dunia sejak tahun 1968. Antam memiliki pendapatan dalam US dollar dan mengekspor bijih nikel ke Jepang dan Cina, memproses bijih nikel menjadi feronikel untuk penjualan ke perusahaan-perusahaan stainless steel di Eropa dan Asia Timur. Antam juga menjual emas dan produk sampingan dari proses pemurnian emas, yaitu perak, ke pengusaha perhiasan di Indonesia dan luar negeri. Bauksit Antam, yang merupakan bahan baku untuk alumina, dijual ke Jepang dan Cina. Antam mengoperasikan satu-satunya pabrik pemurnian logam mulia di Indonesia.
Dalam hal aset, budaya, dan cara pandang, Antam adalah suatu perusahaan yang terdiversikasi. Namun Antam adalah suatu perusahaan nikel paling tidak hingga akhir dekade ini. Antam terintegrasi secara vertikal. Namun Antam juga bergerak lebih jauh ke bidang hilir untuk menjadi perusahaan yang memproses dan memproduksi logam. Kekuatan Antam antara lain adalah biaya operasinya yang murah, walaupun biaya tunai feronikel pada saat ini cukup tinggi berhubung tingginya harga bahan bakar, dan cadangan tambangnya yang besar.
Antam dimiliki 5% oleh publik, dimana mayoritas dari kepemilikan publik tersebut dikuasai oleh lembaga-lembaga internasional, yang telah memiliki Antam untuk beberapa tahun. Tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Australia, Antam dikenal sebagai perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik dengan transparansi yang tinggi. Antam memiliki hubungan yang baik dengan karyawan dan memiliki pelanggan-pelanggan yang telah memiliki hubungan jangka panjang, puas dan loyal.
Visi 2010 Antam adalah menjadi perusahaan pertambangan berstandar internasional yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar global. Berdasarkan visi ini, Antam mempunyai aspirasi untuk menjadi suatu perusahaan pertambangan yang jauh lebih besar dan lebih baik. Perusahaan Pertambangan yang lebih besar, lebih proaktif, lebih produktif, lebih berorientasi ke masa depan, lebih menguntungkan, lebih seimbang dan lebih kompetitif di pasar internasional.
Misi Antam, secara singkat, adalah untuk memenuhi semua komitmen dan kewajiban kepada para stakeholders yakni:
• Pemegang saham melalui pertumbuhan laba yang berkesinambungan dan terus-menerus dengan beroperasi secara sangat efisien
• Karyawan dengan meningkatkan kesejahteraan mereka melalui suasana kerja yang sehat, aman dan memuaskan
• Pelanggan dengan menyediakan produk-produk berkualitas tinggi
• Publik dan masyarakat dengan berpartisipasi aktif dalam usaha-usaha untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan hidup dari wilayah tambang
Tujuan utama Antam adalah untuk meningkatkan nilai pemegang saham berdasarkan strategi berikut:
a. Fokus pada Bisnis Inti
Antam akan terus menempatkan fokus pada segmen bisnis yang Antam paling ketahui dan kuasai yaitu nikel, emas dan bauksit. Selama 35 tahun lebih, Antam telah menguasai keahlian yang mendalam di bidang eksplorasi, eksploitasi, pemrosesan dan pemasaran produk-produk dalam segmen ini. Antam akan memanfaatkan kekuatan Antam di bidang ini untuk memastikan keuntungan yang bersifat jangka panjang.
b. Menciptakan Pertumbuhan yang Berkesinambungan
Antam merencanakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkesinambungan melalui tindakan-tindakan berikut:
• Meningkatkan kualitas cadangan
• Menciptakan nilai tambah dengan mengurangi penjualan bahan mentah dan meningkatkan aktivitasaktivitas pemrosesan di bidang hilir
• Penambahan kapasitas yang berkesinambungan untuk meningkatkan penghasilan kas dan menurunkan biaya per unit
• Usaha yang terus menerus untuk mengefisienkan biaya
• Kerjasama strategis dan akuisisi
• Kesinambungan lingkungan dan sosial
c. Mempertahankan Kekuatan dan Kesehatan Keuangan
Antam mempertahankan kekuatan dan kesehatan keuangannya melalui neraca yang solid dan likuiditas yang sehat untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Dengan menghasilkan sebanyak mungkin kas, Antam memastikan bahwa Antam memiliki cukup dana untuk membayar hutang, mendanai pertumbuhan dan membayar dividen. Selain itu, posisi kas yang kuat dan didukung dengan fasilitas modal kerja akan mempertahankan fleksibilitas dan memberikan perlindungan dari tekanan-tekanan eksternal dan dari keadaan dimana harga-harga komoditas tidak mendukung.
B. PENGENDALIAN INTERNAL
Pengendalian internal adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh dewan direksi, manajemen, dan personel lainnya dalam suatu entitas, termasuk di dalamnya kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam menyediakan informasi keuangan yang handal, menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku, serta efektivitas dan efisiensi operasi.
Pengendalian internal dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan serta dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.
Elemen-elemen Pengendalian Intern:
1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
2. Penilaian Resiko (Risk Assesment)
3. Prosedur Pengendalian (Control Procedure)
4. Pemantauan (Monitoring)
5. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
Direksi bertanggung jawab mengelola keuangan serta proses pelaporannya lebih lanjut, Direksi bertindak merancang sistem pengendalian internal terhadap proses pelaporan keuangan. Di Indosat sistem pengendalian internal mencakup suatu mekanisme komprehensif dari suatu standard operating procedure, jalur pelaporan dan struktur akuntabilitas.
C. PRAKTIK INTERNAL AUDIT
Internal Audit Antam secara struktural bertanggung jawab kepada Direktur Utama, dan mempunyai hubungan fungsional dengan Komite Audit. Internal Audit mempunyai misi membantu Direktur Utama dalam menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa pengendalian internal, manajemen risiko, dan implementasi tata kelola perusahaan pada proses-proses dalam perusahaan telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Satuan kerja ini juga memberikan jasa konsultasi dan sebagai katalisator untuk membantu manajemen.
Lingkup pekerjaan Internal Audit sesuai Internal Audit Charter meliputi Etika dan Norma Pemeriksaan, penelaahan atas kinerja perusahaan, pelaksanaan GCG, pasca tambang, remunerasi, nominasi dan SDM, pengaduan karyawan dan pihak ketiga, pelaporan risiko dan pelaksanaan manajemen risiko, pelaksanaan tugas khusus, hubungan dengan pihak lain, kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan pelaksanaan aktivitas konsultasi lainnya. Internal Audit bekerja sama dengan Tim Manajemen Risiko dalam penyusunan Program Kerja Pemeriksaan Tahunan Berbasis Risiko (PKPTBR).
Internal Audit Antam mempunyai visi ingin menjadi Internal Audit yang profesional dan mitra manajemen yang independen dan terpercaya guna mencapai visi dan misi perusahaan. Untuk dapat merealisasikan visinya Internal Audit menjalankan program transformasi yang mencakup 3 sasaran utama yaitu pertama, right direction, adanya ketepatan dan keselarasan arah yang tertuang dalam internal audit charter, kebijakan, prosedur dan pedoman audit; kedua, right people, mewujudkan internal auditor yang profesional agar mampu menjalankan fungsi pengawas, konsultan dan katalisator guna memperbaiki operasi dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan; ketiga, properly equipped, diperlengkapi dengan baik berupa metodologi audit berbasis risiko, tools & technology, dan knowledge management guna menunjang efektivitas dan efisiensi tugas Internal Audit.
Internal Audit telah berhasil memenuhi seluruh target (Key Performance Indicator) yang ditetapkan untuk tahun 2006. Realisasi Laporan Hasil Audit (LHA) tahun 2006 sebanyak 11 LHA. Pada tahun 2006 dilaksanakan assessment terhadap satuan kerja Internal Audit oleh konsultan independen (Ernst & Young) dalam rangka memelihara quality assurance secara berkala (3 tahunan). Pada tahun ini telah dilakukan revisi terhadap Internal Audit Charter sesuai rekomendasi hasil assessment.
Pada tahun 2007 diimplementasikan PKPTBR dengan pendekatan proses bisnis yang berisiko tinggi baik di level korporasi maupun unit bisnis. Jumlah LHA yang direncanakan pada tahun 2007 sebanyak 15 LHA. Pada tahun 2007 akan dilaksanakan program-program inisiatif sesuai rekomendasi hasil assessment antara lain restrukturisasi organisasi Internal Audit, dan penempatkan kembali personel Internal Audit sesuai persyaratan organisasi yang baru, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Untuk memenuhi hal ini dilakukan program assessment terhadap personel Internal Audit yang ada maupun kader berdasarkan job profile Internal Auditor yang meliputi 3 kriteria yaitu auditor yunior, madya dan senior; Untuk mengembangkan Internal Auditor profesional dilakukan program pelatihan dan pengembangan Internal Auditor secara berkesinambungan. Mengingat keterbatasan jumlah SDM dari internal perusahaan, direncanakan untuk merekrut senior auditor dari luar. Untuk ketepatan arah, akan dilakukan program review dan revisi terhadap kebijakan, prosedur dan pedoman audit yang ada.
D. PERAN KOMITE AUDIT
Fungsi utama Komite Audit adalah membantu Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasannya dalam konteks meyakinkan bahwa :
1. Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan telah memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk diterapkannya Standar Akuntansi yang sesuai;
2. Risiko usaha telah dikelola dengan baik dan sistem pengendalian internal telah dilaksanakan secara memadai, serta;
3. Aktivitas usaha telah dilaksanakan dengan beretika dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Tugas-tugas tersebut dilaksanakan melakukan interaksi yang intensif dengan Direksi, manajemen dan auditor internal serta auditor eksternal. Komite Audit tidak menduplikasi pekerjaan pihak-pihak tersebut tetapi mengandalkan sepenuhnya pada informasi yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait tersebut.
Berkaitan dengan hal yang dikemukakan di atas, perlu ditegaskan bahwa Direksi bertanggung-jawab sepenuhnya atas penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan ketentuan yang berlaku, kecukupan dalam pengelolaan risiko, dan keandalan dari sistem pengendalian internal serta kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku. Sedangkan auditor internal dan auditor eksternal bertanggung-jawab atas pelaksanaan auditnya.
Komite Audit membahas dan mengkaji perencanaan audit auditor internal dan auditor eksternal dan secara berkala membahas temuan-temuan mereka. Pada saat finalisasi audit laporan keuangan, auditor eksternal menyampaikan isu-isu signifikan yang ditemui dalam pelaksanaan auditnya dan membahasnya dengan Komite Audit.
Salah satu fokus utama Komite Audit pada tahun 2006 adalah upaya untuk meningkatkan kinerja Auditor Internal, upaya ini dilaksanakan antara lain dengan:
1. Menyarankan agar fungsi auditor internal dikaji oleh konsultan independen.
2. Mendorong perubahan dalam pendekatan audit dari pendekatan konvensional yang lebih cenderung bersifat compliance audit
menjadi pendekatan audit yang berbasis risiko serta lebih bersifat mitra bagi manajemen.
3. Memonitor kemajuan terlaksananya kedua hal diatas secara periodik.
Selain upaya untuk meningkatkan kinerja auditor internal, selama tahun 2006, Komite Audit bersama dengan Komite Manajemen Risiko juga membahas isu-isu penting yang terkait dengan:
1. Proses akuntansi dan penyusunan laporan keuangan;
2. Pelaksanaan cost reduction program;
3. Rencana investasi pada proyek alumina Tayan;
4. Manajemen dana pensiun;
5. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).
A. PROFIL ORGANISASI
Antam adalah perusahaan tambang dan logam Indonesia milik negara yang telah melakukan aktivitas eksplorasi, eksploitasi, produksi, proses manufaktur, permurnian serta pemasaran ke seluruh dunia sejak tahun 1968. Antam memiliki pendapatan dalam US dollar dan mengekspor bijih nikel ke Jepang dan Cina, memproses bijih nikel menjadi feronikel untuk penjualan ke perusahaan-perusahaan stainless steel di Eropa dan Asia Timur. Antam juga menjual emas dan produk sampingan dari proses pemurnian emas, yaitu perak, ke pengusaha perhiasan di Indonesia dan luar negeri. Bauksit Antam, yang merupakan bahan baku untuk alumina, dijual ke Jepang dan Cina. Antam mengoperasikan satu-satunya pabrik pemurnian logam mulia di Indonesia.
Dalam hal aset, budaya, dan cara pandang, Antam adalah suatu perusahaan yang terdiversikasi. Namun Antam adalah suatu perusahaan nikel paling tidak hingga akhir dekade ini. Antam terintegrasi secara vertikal. Namun Antam juga bergerak lebih jauh ke bidang hilir untuk menjadi perusahaan yang memproses dan memproduksi logam. Kekuatan Antam antara lain adalah biaya operasinya yang murah, walaupun biaya tunai feronikel pada saat ini cukup tinggi berhubung tingginya harga bahan bakar, dan cadangan tambangnya yang besar.
Antam dimiliki 5% oleh publik, dimana mayoritas dari kepemilikan publik tersebut dikuasai oleh lembaga-lembaga internasional, yang telah memiliki Antam untuk beberapa tahun. Tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Australia, Antam dikenal sebagai perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik dengan transparansi yang tinggi. Antam memiliki hubungan yang baik dengan karyawan dan memiliki pelanggan-pelanggan yang telah memiliki hubungan jangka panjang, puas dan loyal.
Visi 2010 Antam adalah menjadi perusahaan pertambangan berstandar internasional yang memiliki keunggulan kompetitif di pasar global. Berdasarkan visi ini, Antam mempunyai aspirasi untuk menjadi suatu perusahaan pertambangan yang jauh lebih besar dan lebih baik. Perusahaan Pertambangan yang lebih besar, lebih proaktif, lebih produktif, lebih berorientasi ke masa depan, lebih menguntungkan, lebih seimbang dan lebih kompetitif di pasar internasional.
Misi Antam, secara singkat, adalah untuk memenuhi semua komitmen dan kewajiban kepada para stakeholders yakni:
• Pemegang saham melalui pertumbuhan laba yang berkesinambungan dan terus-menerus dengan beroperasi secara sangat efisien
• Karyawan dengan meningkatkan kesejahteraan mereka melalui suasana kerja yang sehat, aman dan memuaskan
• Pelanggan dengan menyediakan produk-produk berkualitas tinggi
• Publik dan masyarakat dengan berpartisipasi aktif dalam usaha-usaha untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan hidup dari wilayah tambang
Tujuan utama Antam adalah untuk meningkatkan nilai pemegang saham berdasarkan strategi berikut:
a. Fokus pada Bisnis Inti
Antam akan terus menempatkan fokus pada segmen bisnis yang Antam paling ketahui dan kuasai yaitu nikel, emas dan bauksit. Selama 35 tahun lebih, Antam telah menguasai keahlian yang mendalam di bidang eksplorasi, eksploitasi, pemrosesan dan pemasaran produk-produk dalam segmen ini. Antam akan memanfaatkan kekuatan Antam di bidang ini untuk memastikan keuntungan yang bersifat jangka panjang.
b. Menciptakan Pertumbuhan yang Berkesinambungan
Antam merencanakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkesinambungan melalui tindakan-tindakan berikut:
• Meningkatkan kualitas cadangan
• Menciptakan nilai tambah dengan mengurangi penjualan bahan mentah dan meningkatkan aktivitasaktivitas pemrosesan di bidang hilir
• Penambahan kapasitas yang berkesinambungan untuk meningkatkan penghasilan kas dan menurunkan biaya per unit
• Usaha yang terus menerus untuk mengefisienkan biaya
• Kerjasama strategis dan akuisisi
• Kesinambungan lingkungan dan sosial
c. Mempertahankan Kekuatan dan Kesehatan Keuangan
Antam mempertahankan kekuatan dan kesehatan keuangannya melalui neraca yang solid dan likuiditas yang sehat untuk meningkatkan nilai pemegang saham. Dengan menghasilkan sebanyak mungkin kas, Antam memastikan bahwa Antam memiliki cukup dana untuk membayar hutang, mendanai pertumbuhan dan membayar dividen. Selain itu, posisi kas yang kuat dan didukung dengan fasilitas modal kerja akan mempertahankan fleksibilitas dan memberikan perlindungan dari tekanan-tekanan eksternal dan dari keadaan dimana harga-harga komoditas tidak mendukung.
B. PENGENDALIAN INTERNAL
Pengendalian internal adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh dewan direksi, manajemen, dan personel lainnya dalam suatu entitas, termasuk di dalamnya kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai dalam menyediakan informasi keuangan yang handal, menjamin dipatuhinya hukum dan peraturan yang berlaku, serta efektivitas dan efisiensi operasi.
Pengendalian internal dapat mencegah kerugian atau pemborosan pengolahan sumber daya perusahaan serta dapat menyediakan informasi tentang bagaimana menilai kinerja perusahaan dan manajemen perusahaan serta menyediakan informasi yang akan digunakan sebagai pedoman dalam perencanaan.
Elemen-elemen Pengendalian Intern:
1. Lingkungan Pengendalian (Control Environment)
2. Penilaian Resiko (Risk Assesment)
3. Prosedur Pengendalian (Control Procedure)
4. Pemantauan (Monitoring)
5. Informasi dan Komunikasi (Information and Communication)
Direksi bertanggung jawab mengelola keuangan serta proses pelaporannya lebih lanjut, Direksi bertindak merancang sistem pengendalian internal terhadap proses pelaporan keuangan. Di Indosat sistem pengendalian internal mencakup suatu mekanisme komprehensif dari suatu standard operating procedure, jalur pelaporan dan struktur akuntabilitas.
C. PRAKTIK INTERNAL AUDIT
Internal Audit Antam secara struktural bertanggung jawab kepada Direktur Utama, dan mempunyai hubungan fungsional dengan Komite Audit. Internal Audit mempunyai misi membantu Direktur Utama dalam menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan bahwa pengendalian internal, manajemen risiko, dan implementasi tata kelola perusahaan pada proses-proses dalam perusahaan telah berjalan sesuai dengan ketentuan. Satuan kerja ini juga memberikan jasa konsultasi dan sebagai katalisator untuk membantu manajemen.
Lingkup pekerjaan Internal Audit sesuai Internal Audit Charter meliputi Etika dan Norma Pemeriksaan, penelaahan atas kinerja perusahaan, pelaksanaan GCG, pasca tambang, remunerasi, nominasi dan SDM, pengaduan karyawan dan pihak ketiga, pelaporan risiko dan pelaksanaan manajemen risiko, pelaksanaan tugas khusus, hubungan dengan pihak lain, kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan pelaksanaan aktivitas konsultasi lainnya. Internal Audit bekerja sama dengan Tim Manajemen Risiko dalam penyusunan Program Kerja Pemeriksaan Tahunan Berbasis Risiko (PKPTBR).
Internal Audit Antam mempunyai visi ingin menjadi Internal Audit yang profesional dan mitra manajemen yang independen dan terpercaya guna mencapai visi dan misi perusahaan. Untuk dapat merealisasikan visinya Internal Audit menjalankan program transformasi yang mencakup 3 sasaran utama yaitu pertama, right direction, adanya ketepatan dan keselarasan arah yang tertuang dalam internal audit charter, kebijakan, prosedur dan pedoman audit; kedua, right people, mewujudkan internal auditor yang profesional agar mampu menjalankan fungsi pengawas, konsultan dan katalisator guna memperbaiki operasi dan memberikan nilai tambah bagi perusahaan; ketiga, properly equipped, diperlengkapi dengan baik berupa metodologi audit berbasis risiko, tools & technology, dan knowledge management guna menunjang efektivitas dan efisiensi tugas Internal Audit.
Internal Audit telah berhasil memenuhi seluruh target (Key Performance Indicator) yang ditetapkan untuk tahun 2006. Realisasi Laporan Hasil Audit (LHA) tahun 2006 sebanyak 11 LHA. Pada tahun 2006 dilaksanakan assessment terhadap satuan kerja Internal Audit oleh konsultan independen (Ernst & Young) dalam rangka memelihara quality assurance secara berkala (3 tahunan). Pada tahun ini telah dilakukan revisi terhadap Internal Audit Charter sesuai rekomendasi hasil assessment.
Pada tahun 2007 diimplementasikan PKPTBR dengan pendekatan proses bisnis yang berisiko tinggi baik di level korporasi maupun unit bisnis. Jumlah LHA yang direncanakan pada tahun 2007 sebanyak 15 LHA. Pada tahun 2007 akan dilaksanakan program-program inisiatif sesuai rekomendasi hasil assessment antara lain restrukturisasi organisasi Internal Audit, dan penempatkan kembali personel Internal Audit sesuai persyaratan organisasi yang baru, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Untuk memenuhi hal ini dilakukan program assessment terhadap personel Internal Audit yang ada maupun kader berdasarkan job profile Internal Auditor yang meliputi 3 kriteria yaitu auditor yunior, madya dan senior; Untuk mengembangkan Internal Auditor profesional dilakukan program pelatihan dan pengembangan Internal Auditor secara berkesinambungan. Mengingat keterbatasan jumlah SDM dari internal perusahaan, direncanakan untuk merekrut senior auditor dari luar. Untuk ketepatan arah, akan dilakukan program review dan revisi terhadap kebijakan, prosedur dan pedoman audit yang ada.
D. PERAN KOMITE AUDIT
Fungsi utama Komite Audit adalah membantu Komisaris dalam melaksanakan fungsi pengawasannya dalam konteks meyakinkan bahwa :
1. Laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan telah memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk diterapkannya Standar Akuntansi yang sesuai;
2. Risiko usaha telah dikelola dengan baik dan sistem pengendalian internal telah dilaksanakan secara memadai, serta;
3. Aktivitas usaha telah dilaksanakan dengan beretika dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Tugas-tugas tersebut dilaksanakan melakukan interaksi yang intensif dengan Direksi, manajemen dan auditor internal serta auditor eksternal. Komite Audit tidak menduplikasi pekerjaan pihak-pihak tersebut tetapi mengandalkan sepenuhnya pada informasi yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait tersebut.
Berkaitan dengan hal yang dikemukakan di atas, perlu ditegaskan bahwa Direksi bertanggung-jawab sepenuhnya atas penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan ketentuan yang berlaku, kecukupan dalam pengelolaan risiko, dan keandalan dari sistem pengendalian internal serta kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan-peraturan yang berlaku. Sedangkan auditor internal dan auditor eksternal bertanggung-jawab atas pelaksanaan auditnya.
Komite Audit membahas dan mengkaji perencanaan audit auditor internal dan auditor eksternal dan secara berkala membahas temuan-temuan mereka. Pada saat finalisasi audit laporan keuangan, auditor eksternal menyampaikan isu-isu signifikan yang ditemui dalam pelaksanaan auditnya dan membahasnya dengan Komite Audit.
Salah satu fokus utama Komite Audit pada tahun 2006 adalah upaya untuk meningkatkan kinerja Auditor Internal, upaya ini dilaksanakan antara lain dengan:
1. Menyarankan agar fungsi auditor internal dikaji oleh konsultan independen.
2. Mendorong perubahan dalam pendekatan audit dari pendekatan konvensional yang lebih cenderung bersifat compliance audit
menjadi pendekatan audit yang berbasis risiko serta lebih bersifat mitra bagi manajemen.
3. Memonitor kemajuan terlaksananya kedua hal diatas secara periodik.
Selain upaya untuk meningkatkan kinerja auditor internal, selama tahun 2006, Komite Audit bersama dengan Komite Manajemen Risiko juga membahas isu-isu penting yang terkait dengan:
1. Proses akuntansi dan penyusunan laporan keuangan;
2. Pelaksanaan cost reduction program;
3. Rencana investasi pada proyek alumina Tayan;
4. Manajemen dana pensiun;
5. Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).
Sunday, December 20, 2009
Application letters
Teman-teman berikut ini adalah contoh-contoh surat lamaran dalam bahasa Inggris.
Contoh ke 1.
Jakarta, December 24, 2009
Mr. Teddy
Human Resources Department
PT. Persatuan Pembangunan
Jl. Raya Sukamakmur No. 11
Jakarta
Dear Sir,
On this good opportunity, I would like to apply as a Auditor in your company. My name is Arvian vidianto, 22 years old, male, single, energetic and healthy. I am a Accountant and graduated from Gunadarma University on May 2010 with GPA 3.43. I would like to have career to expand my experience.
My personality as a hard worker and fast learner type of person would bring benefit to your company. I will be very appreciated if you could give in opportunity to work in your company.
Herewith I enclose my curriculum vitae, which will give details of my qualification.
I hope my qualifications and experience merit your consideration and look forward to your reply.
Sincerely yours,
Arvian Vidianto
Phone : 021 - 5758243
Jl. Melati No.23
Tangerang - 15712
__________________________________________________
__________________________________________________
Contoh ke 2.
Bogor, December 24, 2009
Human Resources Department
Yayasan KPT
Jl. Raya Bumi Sentoda No. 5
Cibinong
Dear Sir/Madam,
Having known about a vacancy advertised on Kompas, December 22, 2009, I am interested in the position of Account Executive (AE).
I am a 26 year old male, graduated from a reputable university, having skill in English, both written and oral and also operating computer. I am a hard worker, able to work in individual and in team.
I would gladly welcome an opportunity to have an interview with you at your convenience. I hope my skills can be one of your company's assest. I am looking forward to hearing from you in the near future. Thank you for your consideration and attention.
Sincerely yours,
Achmad Rinjani
Enclosures :
- copy of ID Card
- copy of Final Certificate
- photo
- Curriculum Vitae
__________________________________________________
__________________________________________________
Contoh ke 3.
Jakarta, December 24, 2009
Sukarmadi
Resources Manager
PT. Gilang Persada Bumi
Jl. Cendrawasih No. 45
Jakarta Pusat
Dear Mr. Sudarto,
I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Tempo, December 22, 2009.
I have over one year experience as an Accounting with PT. Maju Mundur and have experience of a wide variety of pattern techniques. My computer skills are very good, and I have an excellent record as a reliable, productive employee.
I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff sounds the perfect opportunity. Your organisation has an enviable record innovation in investor financial cosultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.
I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience
Sincerely yours,
Rahmayani Widyawati
__________________________________________________
__________________________________________________
Bekasi, April 7th, 2007
HRD Manager
PT. Pranata Informatindo
Jl. Raya Sudirman No. 17
Bekasi
Dear Sir/Madam,
I have read from your advertisement at Republika that your company is looking for employees to hold some position. Based on the advertisement, I am interested in applying application for Engineer position according with my background educational as Engineering Physics.
My name is Iswandi Lubis, I am twenty three years old. I have graduated from Engineering Physics Department ISTN on March 2007. My specialization in Engineering Physics is Instrumentation and Control specialist. I consider myself that I have qualifications as you want. I have good motivation for progress and growing, eager to learn, and can work with a team (team work) or by myself. Beside that I posses adequate computer skill and have good command in English (oral and written).
With my qualifications, I confident that I will be able to contribute effectively to your company. Herewith I enclose my :
1. Copy of Bachelor Degree (S-1) Certificate and Academic Transcript.I would express my gratitude for your attention and I hope I could follow your recruitment test luckily.
2. Curriculum Vitae.
3. Copy of Job Training Certificate from Unocal Indonesia Company.
4. Recent photograph with size of 4x6
Sincerely,
Mamat Metal
__________________________________________________
__________________________________________________
Special for soft skill direction..
Thursday, December 17, 2009
Mencegah terjadinya suatu kredit macet
Kata Kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu CREDERE yang artinya kepercayaan. Pihak
kreditur
akan memberikan pinjaman kepada debitur bilamana memiliki kepercayaan yang tinggi, tanpa kepercayaan mustakhil pinjaman akan diberikan.
Bila mana kepercayaan telah ada maka prosedur kredit bisa dijalankan dan prosedur ini sangat rumit, perlu ketelitian, kecermatan dalam membaca data data calon peminjam
Saat ini banyak bank yang bangkrut, koperasi gulung tikar hal ini sebenarnya diakibatkan
kurang hati hatinya seorang petugas kredit dalam melaksanakan prosedur serta kurang profesionalnya petugas itu sendiri yang dikarenakan ketidakmampuan soal hutang piutang .
Disamping petugas kredit yang kurang hati hati dalam memberi kredit ke debitur juga pihak manajemen yang kurang memahami mengenai manajemen resiko kredit sehingga banyak kredit yang macet. Manajemen hanya percaya kepada petugas kredit dan hanya melihat jaminan kredit mencukupi apa tidak
dan bila jaminan kredit sangat mencukupi, manajemen langsung menyetujui permohonan kredit tersebut.
Hal hal demikianlah termasuk salah satu bagian yang menyebabkan banyaknya kredit macet yang berakibat bangkrut nya usaha simpan pinjam dan ditutupnya bank oleh Bank Indonesia
Prinsip prinsip utama dari perkreditan adalah 5 C dan prinsip ini harus dipegang dan di mengerti serta dilaksanakan oleh petugas kredit.
Prinsip 5 C yaitu :
Character
Karakter atau watak dari pribadi calon debitur harus dimngerti, bila
karakternya jelek dan dimata masyarakat memiliki nilai negatif maka hendaknya kredit ditolah.
Collateral
Jaminan yang dimiliki oleh calon debitur harus diteliti dengan cermat apakah jaminan tersebut milik sendiri atau milik orang lain dan apakah jaminan tidak tersangkut masalah hukum. Berapa nilai jaminan.
Capacity
Bagaimana kapasitas calon debitur dalam mengatur keuangannya, bagaimana keuntungan yang diperoleh setelah memperoleh pinjaman dan mampukah calin debitur dalam melakukan pembayaran atas kredft yang diberikan.
Capital
Berapa besar modal keuangan dari calon debitur, apakah modal yang dimiliki benar benar milik sendiri atau modal nya berupa modal kerjasama.
Condition
Bagaimana kondisi usaha calon debitur saat ini apakah memiliki prospek yang bagus di kemudian hari, apakah usahanya dalam bentuk musiman atau
tidak dan bagaimana usahanya dihubungkan dengan kondisi ekonomi saat
ini.
Prinsip dasar diatas adalah prinsip awal sebelum pencairan kredit walaupun
sebenarnya banyak aspek lain yang mendukung dan sangat berpengaruh
terhadap analisa dan hal tersebut sangat umum dilakukan namun
demikian hal diatas hanya sebagai filter awal.
Hal yang paling mendasar untuk mencegah timbulnya kredit bermasalah atau
macet adalah setelah pencairan kredit dimana bila kredit dicairkan
bukan berarti masalah selesai justru sebaliknya , masalah akan kita
hadapi sampai lunasnya pemberian kredit tersebut. Oleh karena itu
calon debitur harus dimonitor agar dalam penggunaan uang tidak
melenceng dari rencana semula sesuai dengan prmohonan kredit.
Langkah langkah yang praktis untuk mencegah timbulnya kredit bermasalah
adalah:
-Monitor atau kunjungi debitur pada periode tertentu atau secara teratur
Ikuti prosedur pembeian kredit secara benar
-Bila anda merasa ditekan oleh debitur maka serahkan kepada petugas yang lain.
Jangan ragu ragu untuk menolak permohonan kredit bila memang tidak layak untuk diberi
kredit
-Lengkapi lebih dulu dokumen yang kurang sebelum kredit dicairkan dan jangan percaya janji janji debitur.
Petugas kredit memiliki feeling tersendiri atas analisa data calon debitur
Memantau perkembangan pembayaran angsuran setiap bulannya
Bila terjadi kelambatan segera dicari penyebabnya
-Minta laporan keuangan setiap 3 bulan sekali untuk debitur besar atau yang
memiliki usaha.
-Bila debitur dalam angsuran pembayaran setiap bulan sering mengalami keterlambatan
hendaknya cukup waspada dan perlu monitor lebih aktif.
-Jangan pernah merasa ingin membantu calon debitur dan mengharapkan imbalan dari calon
debitur.
-Jangan mencairkan kredit hanya melihat kecukupan besarnya jaminan.
Semoga pengalaman ini menjadi dasar bagi pemula yang bekerja didunia
lembaga keuangan kususnya yang menangani simpan pinjam.
kreditur
akan memberikan pinjaman kepada debitur bilamana memiliki kepercayaan yang tinggi, tanpa kepercayaan mustakhil pinjaman akan diberikan.
Bila mana kepercayaan telah ada maka prosedur kredit bisa dijalankan dan prosedur ini sangat rumit, perlu ketelitian, kecermatan dalam membaca data data calon peminjam
Saat ini banyak bank yang bangkrut, koperasi gulung tikar hal ini sebenarnya diakibatkan
kurang hati hatinya seorang petugas kredit dalam melaksanakan prosedur serta kurang profesionalnya petugas itu sendiri yang dikarenakan ketidakmampuan soal hutang piutang .
Disamping petugas kredit yang kurang hati hati dalam memberi kredit ke debitur juga pihak manajemen yang kurang memahami mengenai manajemen resiko kredit sehingga banyak kredit yang macet. Manajemen hanya percaya kepada petugas kredit dan hanya melihat jaminan kredit mencukupi apa tidak
dan bila jaminan kredit sangat mencukupi, manajemen langsung menyetujui permohonan kredit tersebut.
Hal hal demikianlah termasuk salah satu bagian yang menyebabkan banyaknya kredit macet yang berakibat bangkrut nya usaha simpan pinjam dan ditutupnya bank oleh Bank Indonesia
Prinsip prinsip utama dari perkreditan adalah 5 C dan prinsip ini harus dipegang dan di mengerti serta dilaksanakan oleh petugas kredit.
Prinsip 5 C yaitu :
Character
Karakter atau watak dari pribadi calon debitur harus dimngerti, bila
karakternya jelek dan dimata masyarakat memiliki nilai negatif maka hendaknya kredit ditolah.
Collateral
Jaminan yang dimiliki oleh calon debitur harus diteliti dengan cermat apakah jaminan tersebut milik sendiri atau milik orang lain dan apakah jaminan tidak tersangkut masalah hukum. Berapa nilai jaminan.
Capacity
Bagaimana kapasitas calon debitur dalam mengatur keuangannya, bagaimana keuntungan yang diperoleh setelah memperoleh pinjaman dan mampukah calin debitur dalam melakukan pembayaran atas kredft yang diberikan.
Capital
Berapa besar modal keuangan dari calon debitur, apakah modal yang dimiliki benar benar milik sendiri atau modal nya berupa modal kerjasama.
Condition
Bagaimana kondisi usaha calon debitur saat ini apakah memiliki prospek yang bagus di kemudian hari, apakah usahanya dalam bentuk musiman atau
tidak dan bagaimana usahanya dihubungkan dengan kondisi ekonomi saat
ini.
Prinsip dasar diatas adalah prinsip awal sebelum pencairan kredit walaupun
sebenarnya banyak aspek lain yang mendukung dan sangat berpengaruh
terhadap analisa dan hal tersebut sangat umum dilakukan namun
demikian hal diatas hanya sebagai filter awal.
Hal yang paling mendasar untuk mencegah timbulnya kredit bermasalah atau
macet adalah setelah pencairan kredit dimana bila kredit dicairkan
bukan berarti masalah selesai justru sebaliknya , masalah akan kita
hadapi sampai lunasnya pemberian kredit tersebut. Oleh karena itu
calon debitur harus dimonitor agar dalam penggunaan uang tidak
melenceng dari rencana semula sesuai dengan prmohonan kredit.
Langkah langkah yang praktis untuk mencegah timbulnya kredit bermasalah
adalah:
-Monitor atau kunjungi debitur pada periode tertentu atau secara teratur
Ikuti prosedur pembeian kredit secara benar
-Bila anda merasa ditekan oleh debitur maka serahkan kepada petugas yang lain.
Jangan ragu ragu untuk menolak permohonan kredit bila memang tidak layak untuk diberi
kredit
-Lengkapi lebih dulu dokumen yang kurang sebelum kredit dicairkan dan jangan percaya janji janji debitur.
Petugas kredit memiliki feeling tersendiri atas analisa data calon debitur
Memantau perkembangan pembayaran angsuran setiap bulannya
Bila terjadi kelambatan segera dicari penyebabnya
-Minta laporan keuangan setiap 3 bulan sekali untuk debitur besar atau yang
memiliki usaha.
-Bila debitur dalam angsuran pembayaran setiap bulan sering mengalami keterlambatan
hendaknya cukup waspada dan perlu monitor lebih aktif.
-Jangan pernah merasa ingin membantu calon debitur dan mengharapkan imbalan dari calon
debitur.
-Jangan mencairkan kredit hanya melihat kecukupan besarnya jaminan.
Semoga pengalaman ini menjadi dasar bagi pemula yang bekerja didunia
lembaga keuangan kususnya yang menangani simpan pinjam.
Dijodohin Ortu? Mau?
Dijodohin mau aja? Nggak salah nih? Maklum, perjodohan identik ama beli kucing dalam karung. Apa benar? Sebagai seorang gadis gimana perasaanmu kalo dijodohin? “Dijodohin? Nggak enak lagi, enakan milih sendiri. Karena apa? Kita kan gak tau ’siapa dia’ yang bakal dijodohin ama kita. Jangankan ama yang dijodohin, ama yang hasil nyari sendiri aja kadang-kadang kita masih salah dalam menilai kok,” ujar Widyandaru Tapi kalo yang dijodohin cakep, kenapa nggak? Hi..hi..just kidding,” cetusnya.
Setali tiga uang ama Widyandaru, Ayu Apriani komentar “Perjodohan buat aku adalah satu tradisi kuno yang udah basi di jaman ini. Logika aja, kita yang pacaran udah lama aja bisa putus, gimana yang baru kenal langsung merit?”
Pendapat sedikit bijak keluar dari mulut Hartanti. “Kalau mendengar kata dijodohkan kesannya memang kayak memaksa. Tapi yang namanya jodoh itu kan banyak cara buat ketemunya, salah satunya ya dijodohkan itu. Dijodohin kayak gimana pun kalau bukan jodoh pasti juga nggak bakalan jadi langgeng nantinya. Menurut aku orang nggak suka dijodohin mungkin karena orang yang dijodohkan sama kita itu ngga cocok sama kita. Tapi kalau cocok dan oke sih, siapa takut?” paparnya panjang lebar.
Sementara Irma, nggak menganggap buruk jika dijodohin ortu. “Kenapa nggak? Ortu kan lebih pengalaman dalam berumah tangga. Pasti mereka bakal nyariin yang terbaik buat kita. Asal caranya aja, jangan maksa,” tutur Pur yang masih pelajar abu-abu putih ini.
Tugas ortu vs hak anak
Sebagai anak perempuan yang masih jomblo, itu berarti kita masih berada dalam tanggungjawab ortu. Salah satu tugas orang tua adalah mencarikan jodoh buat anaknya dan mengantarkannya menuju gerbang pernikahan dengan pasangan yang terbaik. Jadi, kalo ada ortu yang berbaik hati mencarikan jodoh, jangan ditolak mentah-mentah. Mustinya kita bersyukur karena itu berarti sebetulnya ortu memahami tugasnya. Bangga dong punya ortu yang pengertian akan kebutuhan anaknya.
Terlebih jika kita sendiri udah ‘diburu’ waktu, sementara sang belahan jiwa nggak juga kunjung tiba, apa salahnya mencoba ‘menyeleksi’ para pria yang dikenalkan ortu pada kita. Siapa tahu ada yang cocok gitu loh. Kan enak, nggak usah repot-repot ‘berburu’ lelaki kayak cewek-cewek yang rebutan satu cowok di acara Joe Millionaire Indonesia itu. Jijay banget kan!
Apalagi sebagai MC (bukan Master of Ceremony, tepatnya Mak Comblang neh?) ortu tentunya lebih pengalaman soal memilih pasangan. Iya dong, mereka kan udah merit puluhan tahun dan sukses membesarkan kita, pasti punya pengalaman segudang soal memilih suami. Pepatah bilang, urusan bibit, bebet dan bobot ortu lebih tahu.
Yakin deh, Insya Allah ortu pasti memilihkan jodoh yang terbaik bagi anaknya. Hanya ortu yang nggak waras aja yang menjerumuskan anak gadisnya dengan menjodohkannya pada pria bejat. Tapi masalahnya, bagaimana jika kita nggak suka dengan pria yang ‘disodorkan’ nyokap and bokap? Misalnya karena kita belum kenal sama sekali dengan tuh cowok? Atau sekalipun kenal, tapi nggak sreg? Tenang, don’t worry be happy. Sebab sebagai anak, kita punya hak kok buat menolak keinginan ortu. Sebab, masalah pernikahan itu kan kita yang njalani, jadi itu termasuk hak anak untuk memutuskan: yes or no. Ini bukan berarti kita menentang atau malah durhaka pada ortu ya. Tetapi semata-mata sebagai wujud pelaksanaan hak perempuan. Cieeh?catet!
Makanya, ortu juga kudu paham kedudukannya, bahwa mencarikan jodoh bagi anaknya sekadar menjalankan tugas sebagai ortu, dan bukan sebagai penentu. Keputusan tetap berada di tangan si anak. Maklum, soal perasaan ini kan nggak bisa dipaksakan. Gimana lagi, kalo emang nggak ada kecenderungan masak mau dipaksain? Ntar malah nggak enak buntutnya. Jadi sekali lagi, ortu nggak berhak maksa ke si anak agar bersedia menikah dengan pilihannya itu.
Yang pasti, agar antara pilihan ortu dan pilihan anak matching, keduanya kudu punya standar yang sama dalam memilih jodoh. Yang utama tentulah pertimbangan agama. Yup, cowok yang dijodohkan kudu sholeh, karena dia calon pemimpin rumah tangga yang akan menjamin terbentuknya keluarga sakinah. Kalo doi sendiri nggak sholeh, gimana mau membimbing anak dan istrinya?
Masalahnya, bagaimana jika orangnya sholeh tapi kita masih tetap ‘nggak ada rasa’? Yah, gimana lagi. Namanya perasaan memang nggak bisa dibohongi. Kalau emang udah shalat istikharah meminta petunjuk Allah Swt. dan tetap nggak sreg, nggak masalah nggak diterusin. Mungkin akan mengecewakan ortu, namun dengan penjelasan yang logis Insya Allah ortu bakal ngerti. Ortu harus legowo karena memang itu adalah hak anak. Namun perlu dicatat, kurang bijak rasanya jika menolak pria yang dikenal sholeh. Lagian kalo kita menerimanya, Insya Allah kita akan mendapatkan pahala karena menyenangkan hati orang tua. Yang pasti, diterimanya perjodohan bukan paksaan seperti imej yang berkembang, tapi kudu berdasar kerelaan kedua belah pihak.
Pacaran vs perjodohan
Kamu perlu tahu bahwa perjodohan yang dimaksud tentunya kudu Islami. Maksudnya nggak melanggar hukum syara’ gitu deh. Yang gimana tuh? Bahwa perjodohan kudu dilandasi akidah Islam. Maksudnya, menjodohkan anak agar kemudian menikah adalah dalam rangka menjalankan ajaran agama. Jangan sampai teracuni oleh landasan materi. Misalnya ortu yang maksain anaknya merit dengan laki-laki yang kebetulan anak orang kaya, padahal ia bukan laki-laki yang sholeh. Apalagi jika beda keyakinan.
Perjodohan juga diniatkan untuk khitbah (kemudian nikah), bukan terikat dalam tali pacaran. Khitbah adalah pernyataan resmi dari pria kepada wanita untuk memintanya menjadi calon isteri. Setelah dikhitbah, keduanya boleh saling mengenal, tentu dengan cara yang nggak melanggar syara’. Misal nggak khalwat (dua-duaan), nggak ngobrolin masalah yang ngeres, dll. Masa-masa khitbah sebelum merit inilah ajang pengenalan dan penjajakan mengenai pribadi masing-masing. Kalo selama khitbah terjadi ketidakcocokan dan ketidakmantapan untuk melanjutkan ke pernikahan, nggak masalah khitbah dibatalkan. Tentunya dengan berbagai pertimbangan.
So, salah besar kalo perjodohan itu identik ama beli kucing dalam karung. Sementara pacaran hanya aktivitas baku syahwat dengan dalih sebagai ajang penjajakan sebelum menikah. Di situ ada aktivitas yang melanggar syara’ seperti dua-duaan alias khalwat. Bukan pacaran kan namanya kalo perginya rame-rame? Trus, lebih banyak syahwat, mulai cara memandang, memegang tangan, bercumbu, dll (pokoknya syerem abis). Coba itung, banyakan mana aktivis pacaran yang akhirnya lanjut ke pernikahan dibanding bubaran? Kalo toh merit, biasanya karena didahului ‘kecelakaan’.? Belum lagi setelah merid, nggak bertahan lama karena cintanya dah keburu digeber waktu pacaran. Oke deh semoga nggak keberatan dojodhin ya!
Sumber : www.gaulislam.com
Setali tiga uang ama Widyandaru, Ayu Apriani komentar “Perjodohan buat aku adalah satu tradisi kuno yang udah basi di jaman ini. Logika aja, kita yang pacaran udah lama aja bisa putus, gimana yang baru kenal langsung merit?”
Pendapat sedikit bijak keluar dari mulut Hartanti. “Kalau mendengar kata dijodohkan kesannya memang kayak memaksa. Tapi yang namanya jodoh itu kan banyak cara buat ketemunya, salah satunya ya dijodohkan itu. Dijodohin kayak gimana pun kalau bukan jodoh pasti juga nggak bakalan jadi langgeng nantinya. Menurut aku orang nggak suka dijodohin mungkin karena orang yang dijodohkan sama kita itu ngga cocok sama kita. Tapi kalau cocok dan oke sih, siapa takut?” paparnya panjang lebar.
Sementara Irma, nggak menganggap buruk jika dijodohin ortu. “Kenapa nggak? Ortu kan lebih pengalaman dalam berumah tangga. Pasti mereka bakal nyariin yang terbaik buat kita. Asal caranya aja, jangan maksa,” tutur Pur yang masih pelajar abu-abu putih ini.
Tugas ortu vs hak anak
Sebagai anak perempuan yang masih jomblo, itu berarti kita masih berada dalam tanggungjawab ortu. Salah satu tugas orang tua adalah mencarikan jodoh buat anaknya dan mengantarkannya menuju gerbang pernikahan dengan pasangan yang terbaik. Jadi, kalo ada ortu yang berbaik hati mencarikan jodoh, jangan ditolak mentah-mentah. Mustinya kita bersyukur karena itu berarti sebetulnya ortu memahami tugasnya. Bangga dong punya ortu yang pengertian akan kebutuhan anaknya.
Terlebih jika kita sendiri udah ‘diburu’ waktu, sementara sang belahan jiwa nggak juga kunjung tiba, apa salahnya mencoba ‘menyeleksi’ para pria yang dikenalkan ortu pada kita. Siapa tahu ada yang cocok gitu loh. Kan enak, nggak usah repot-repot ‘berburu’ lelaki kayak cewek-cewek yang rebutan satu cowok di acara Joe Millionaire Indonesia itu. Jijay banget kan!
Apalagi sebagai MC (bukan Master of Ceremony, tepatnya Mak Comblang neh?) ortu tentunya lebih pengalaman soal memilih pasangan. Iya dong, mereka kan udah merit puluhan tahun dan sukses membesarkan kita, pasti punya pengalaman segudang soal memilih suami. Pepatah bilang, urusan bibit, bebet dan bobot ortu lebih tahu.
Yakin deh, Insya Allah ortu pasti memilihkan jodoh yang terbaik bagi anaknya. Hanya ortu yang nggak waras aja yang menjerumuskan anak gadisnya dengan menjodohkannya pada pria bejat. Tapi masalahnya, bagaimana jika kita nggak suka dengan pria yang ‘disodorkan’ nyokap and bokap? Misalnya karena kita belum kenal sama sekali dengan tuh cowok? Atau sekalipun kenal, tapi nggak sreg? Tenang, don’t worry be happy. Sebab sebagai anak, kita punya hak kok buat menolak keinginan ortu. Sebab, masalah pernikahan itu kan kita yang njalani, jadi itu termasuk hak anak untuk memutuskan: yes or no. Ini bukan berarti kita menentang atau malah durhaka pada ortu ya. Tetapi semata-mata sebagai wujud pelaksanaan hak perempuan. Cieeh?catet!
Makanya, ortu juga kudu paham kedudukannya, bahwa mencarikan jodoh bagi anaknya sekadar menjalankan tugas sebagai ortu, dan bukan sebagai penentu. Keputusan tetap berada di tangan si anak. Maklum, soal perasaan ini kan nggak bisa dipaksakan. Gimana lagi, kalo emang nggak ada kecenderungan masak mau dipaksain? Ntar malah nggak enak buntutnya. Jadi sekali lagi, ortu nggak berhak maksa ke si anak agar bersedia menikah dengan pilihannya itu.
Yang pasti, agar antara pilihan ortu dan pilihan anak matching, keduanya kudu punya standar yang sama dalam memilih jodoh. Yang utama tentulah pertimbangan agama. Yup, cowok yang dijodohkan kudu sholeh, karena dia calon pemimpin rumah tangga yang akan menjamin terbentuknya keluarga sakinah. Kalo doi sendiri nggak sholeh, gimana mau membimbing anak dan istrinya?
Masalahnya, bagaimana jika orangnya sholeh tapi kita masih tetap ‘nggak ada rasa’? Yah, gimana lagi. Namanya perasaan memang nggak bisa dibohongi. Kalau emang udah shalat istikharah meminta petunjuk Allah Swt. dan tetap nggak sreg, nggak masalah nggak diterusin. Mungkin akan mengecewakan ortu, namun dengan penjelasan yang logis Insya Allah ortu bakal ngerti. Ortu harus legowo karena memang itu adalah hak anak. Namun perlu dicatat, kurang bijak rasanya jika menolak pria yang dikenal sholeh. Lagian kalo kita menerimanya, Insya Allah kita akan mendapatkan pahala karena menyenangkan hati orang tua. Yang pasti, diterimanya perjodohan bukan paksaan seperti imej yang berkembang, tapi kudu berdasar kerelaan kedua belah pihak.
Pacaran vs perjodohan
Kamu perlu tahu bahwa perjodohan yang dimaksud tentunya kudu Islami. Maksudnya nggak melanggar hukum syara’ gitu deh. Yang gimana tuh? Bahwa perjodohan kudu dilandasi akidah Islam. Maksudnya, menjodohkan anak agar kemudian menikah adalah dalam rangka menjalankan ajaran agama. Jangan sampai teracuni oleh landasan materi. Misalnya ortu yang maksain anaknya merit dengan laki-laki yang kebetulan anak orang kaya, padahal ia bukan laki-laki yang sholeh. Apalagi jika beda keyakinan.
Perjodohan juga diniatkan untuk khitbah (kemudian nikah), bukan terikat dalam tali pacaran. Khitbah adalah pernyataan resmi dari pria kepada wanita untuk memintanya menjadi calon isteri. Setelah dikhitbah, keduanya boleh saling mengenal, tentu dengan cara yang nggak melanggar syara’. Misal nggak khalwat (dua-duaan), nggak ngobrolin masalah yang ngeres, dll. Masa-masa khitbah sebelum merit inilah ajang pengenalan dan penjajakan mengenai pribadi masing-masing. Kalo selama khitbah terjadi ketidakcocokan dan ketidakmantapan untuk melanjutkan ke pernikahan, nggak masalah khitbah dibatalkan. Tentunya dengan berbagai pertimbangan.
So, salah besar kalo perjodohan itu identik ama beli kucing dalam karung. Sementara pacaran hanya aktivitas baku syahwat dengan dalih sebagai ajang penjajakan sebelum menikah. Di situ ada aktivitas yang melanggar syara’ seperti dua-duaan alias khalwat. Bukan pacaran kan namanya kalo perginya rame-rame? Trus, lebih banyak syahwat, mulai cara memandang, memegang tangan, bercumbu, dll (pokoknya syerem abis). Coba itung, banyakan mana aktivis pacaran yang akhirnya lanjut ke pernikahan dibanding bubaran? Kalo toh merit, biasanya karena didahului ‘kecelakaan’.? Belum lagi setelah merid, nggak bertahan lama karena cintanya dah keburu digeber waktu pacaran. Oke deh semoga nggak keberatan dojodhin ya!
Sumber : www.gaulislam.com
Tip dan Trik : Kiat Mendapatkan Pekerjaan
Melamar pekerjaan bisa disebut sebagai suatu hal yang gampang-gampang susah. Ada pelamar yang hanya
mengirimkan satu surat lamaran, kemudian dipanggil wawancara dan langsung diterima bekerja. Sebaliknya ada
pelamar yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran dan sudah dipanggil untuk wawancara berkali-kali namun tidak
kunjung diterima bekerja. Dalam banyak kasus, kemampuan akademik yang tinggi juga seringkali bukan jaminan untuk
bisa diterima bekerja. Orang-orang yang termasuk dalam kelompok terakhir yang sudah mengirimkan puluhan surat
lamaran tetapi tidak kunjung diterima bekerja seringkali menjadi frustrasi dan akhirnya putus asa sehingga kehilangan
semangat untuk mencari pekerjaan. Akibatnya mereka cenderung menjadi penganggur dan memiliki konsep diri yang
negatif.
Demi menjaga agar jangan sampai sang pelamar menjadi frustrasi maka ada beberapa hal yang harus dipahami dan
dipelajari secara seksama oleh para pencari kerja. Sama halnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan lain dalam hidup
ini, maka mencari pekerjaan pun memerlukan suatu pemahaman, ketrampilan dan keahlian tersendiri. Hanya orangorang
yang menyadari hal inilah yang akan mampu memenangkan kompetisi (di Indonesia bisa disebut Hyper-kompetisi)
dalam mendapatkan pekerjaan. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para pencari kerja, seperti dikutip dari
monster.com diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pemahaman terhadap Proses Pencarian Pekerja
Pemahaman yang benar terhadap proses pencarian pekerjaan akan sangat berguna bagi pencari kerja agar terhindar
dari rasa frustrasi. Beberapa hal yang harus diketahui dan dipahami pencari kerja misalnya:
* Pencarian pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri sendiri dan talenta yang dimiliki
* Mengetahui dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yang dilamar
* Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar karena pasti membutuhkan waktu
* Buat rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak harus diikuti secara kaku
* Mencari pekerjaan harus pantang menyerah
2. Kenali Diri Anda Sendiri
Identifikasi kemampuan, minat, bakat, nilai-nilai hidup, kebutuhan dan kebiasaan anda. Jika anda memahami hal
tersebut maka akan lebih mudah bagi anda dalam menentukan jenis pekerjaan apa dan perusahaan seperti apa yang
akan anda pilih.
3. Tentukan Tujuan Karir Anda
Putuskan jenis karir yang menjadi tujuan anda, perusahaan apa yang cocok bagi anda, dan bila perlu tentukan juga
lokasi atau area dimana anda akan bekerja.
4. Buatlah Career Portfolio
Buatlah career portfolio anda dengan menyiapkan dokumen-dokumen pelengkap seperti:
* Surat Lamaran
* Resume
* Surat Rekomendasi, piagam penghargaan, dll
* Transkrip Nilai, Ijazah, Sertifikat, dll
* Kartu Nama (jika ada)
5. Perluas Jaringan
Mencari pekerjaan seringkali memerlukan kerjasama team. Dalam hal ini anda harus memiliki jaringan atau networking
untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan tentang lowongan pekerjaan yang sesuai untuk anda. Anda bisa
bekerjasama dengan teman, anggota keluarga atau pun kenalan anda untuk mendapat berbagai informasi yang
dibutuhkan. Semakin luas networking maka akan semakin cepat kemungkinan anda untuk mendapatkan pekerjaan atau
setidaknya akan banyak peluang lowongan kerja yang tersedia.
6. Kenali Tempat / Perusahaan yang Dilamar
Kenyataan pahit yang harus dialami oleh pekerja karena di PHK atau para pencari kerja yang "ditipu" oleh si pemberi
pekerjaan, hendaknya menjadi pelajaran bagi anda sebelum mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Artinya jangan
Employment jobs - Job search career - Career positions - Resume salary - Beasiswa - Scholarship
http://www.lowongan.info/front Powered by Joomla! Generated: 17 December, 2009, 23:02
sampai anda melamar di perusahaan yang kurang terjamin masa depannya. Salah satu cara yang paling mudah
dilakukan untuk mengenali perusahaan / pemberi pekerjaan adalah dengan mencari informasi secara rinci tentang
perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan tersebut, mencakup kemampuan finansial, jenis usaha, jenis
pekerjaan yang ditawarkan (pegawai tetap atau kontrak), siapa pemiliknya, dll. Jika akhirnya anda menemukan
kecocokan dengan tujuan karir anda maka barulah anda boleh mengirimkan surat lamaran. Dalam hal bahwa anda
melamar melalui iklan lowongan kerja yang ada di media massa maka pilihlah iklan lowongan kerja yang diterbitkan di
media massa yang sudah terpercaya. Dan untuk ini pun anda tetap harus mengecek lagi profile perusahaan pemberi
pekerjaan.
7. Melamar
Melamar pekerjaan membutuhkan suatu seni tersendiri oleh karena itu pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan
semua hal yang berhubungan dengan lamaran tersebut secara seksama. Lakukan hal yang sama setiap kali anda
melamar pekerjaan.
8. Wawancara Kerja
Wawancara kerja merupakan suatu proses yang menghantar anda ke "gerbang perusahaan". Artinya jika anda sudah
memasuki tahap wawancara kerja maka anda memiliki kesempatan untuk lebih mengenal perusahaan dan sebaliknya
perusahaan dapat mengenal potensi anda secara lebih rinci. Oleh karena itu, pencari kerja harus benar-benar
mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara kerja.
9. Menerima atau Menolak Tawaran Pekerjaan
Seperti yang telah dikemukakan bahwa mencari pekerjaan adalah gampang-gampang susah, maka konsekuensi logis
yang akan dihadapi setiap pencari kerja adalah diterima atau ditolak. Dalam kenyataannya, meski disadari bahwa
mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yang sulit, namun terkadang ada tawaran pekerjaan yang terpaksa ditolak
sendiri oleh si pelamar karena berbagai alasan. Dalam hal ini, jika anda termasuk pelamar yang terpaksa menolak
tawaran pekerjaan, maka lakukan hal tersebut dengan cara-cara elegance sehingga tidak menyinggung perasaan orangorang
di perusahaan yang anda lamar. Sebaliknya jika anda menerima tawaran kerja maka sampaikan rasa terima kasih
penghargaan atas kesempatan untuk berkarir di perusahaan tersebut dan tindaklanjuti dengan membuat kesepakatan
kerja serta langkah-langkah yang harus anda persiapkan sebelum mulai bekerja.
10. Evaluasi Proses
Jika anda tetap belum berhasil mendapatkan pekerjaan meski sudah menjalani beberapa langkah di atas, maka anda
perlu mengevaluasi seluruh proses pencarian pekerjaan. Tanyakan pada diri anda sendiri:
* Apakah saya sudah melakukan semua hal yang wajib dan perlu dilakukan?
* Seberapa jauh persiapan saya dalam menempuh setiap langkah di atas?
* Hal-hal apa saja yang perlu saya perbaiki dan apakah ada hal lain yang kurang?
Jika memang ternyata masih tetap gagal mendapat pekerjaan meski sudah merasa melakukan langkah-langkah yang
optimal, maka ada baiknya anda mencari bantuan kepada orang-orang yang profesional, misalnya konselor atau
psikolog. Dengan bantuan mereka anda mungkin bisa mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab kegagalan anda
mendapatkan pekerjaan.
Dengan pemahaman terhadap keseluruhan proses pencarian pekerjaan diharapkan individu memiliki ketahanan diri
dalam menghadapi berbagai tantangan sebelum berhasil memperoleh pekerjaan. Semoga tulisan ini memberikan
manfaat bagi anda semua yang saat ini sedang mencari pekerjaan. Selamat mencoba.
mengirimkan satu surat lamaran, kemudian dipanggil wawancara dan langsung diterima bekerja. Sebaliknya ada
pelamar yang sudah mengirimkan puluhan surat lamaran dan sudah dipanggil untuk wawancara berkali-kali namun tidak
kunjung diterima bekerja. Dalam banyak kasus, kemampuan akademik yang tinggi juga seringkali bukan jaminan untuk
bisa diterima bekerja. Orang-orang yang termasuk dalam kelompok terakhir yang sudah mengirimkan puluhan surat
lamaran tetapi tidak kunjung diterima bekerja seringkali menjadi frustrasi dan akhirnya putus asa sehingga kehilangan
semangat untuk mencari pekerjaan. Akibatnya mereka cenderung menjadi penganggur dan memiliki konsep diri yang
negatif.
Demi menjaga agar jangan sampai sang pelamar menjadi frustrasi maka ada beberapa hal yang harus dipahami dan
dipelajari secara seksama oleh para pencari kerja. Sama halnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan lain dalam hidup
ini, maka mencari pekerjaan pun memerlukan suatu pemahaman, ketrampilan dan keahlian tersendiri. Hanya orangorang
yang menyadari hal inilah yang akan mampu memenangkan kompetisi (di Indonesia bisa disebut Hyper-kompetisi)
dalam mendapatkan pekerjaan. Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para pencari kerja, seperti dikutip dari
monster.com diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pemahaman terhadap Proses Pencarian Pekerja
Pemahaman yang benar terhadap proses pencarian pekerjaan akan sangat berguna bagi pencari kerja agar terhindar
dari rasa frustrasi. Beberapa hal yang harus diketahui dan dipahami pencari kerja misalnya:
* Pencarian pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri sendiri dan talenta yang dimiliki
* Mengetahui dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yang dilamar
* Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar karena pasti membutuhkan waktu
* Buat rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak harus diikuti secara kaku
* Mencari pekerjaan harus pantang menyerah
2. Kenali Diri Anda Sendiri
Identifikasi kemampuan, minat, bakat, nilai-nilai hidup, kebutuhan dan kebiasaan anda. Jika anda memahami hal
tersebut maka akan lebih mudah bagi anda dalam menentukan jenis pekerjaan apa dan perusahaan seperti apa yang
akan anda pilih.
3. Tentukan Tujuan Karir Anda
Putuskan jenis karir yang menjadi tujuan anda, perusahaan apa yang cocok bagi anda, dan bila perlu tentukan juga
lokasi atau area dimana anda akan bekerja.
4. Buatlah Career Portfolio
Buatlah career portfolio anda dengan menyiapkan dokumen-dokumen pelengkap seperti:
* Surat Lamaran
* Resume
* Surat Rekomendasi, piagam penghargaan, dll
* Transkrip Nilai, Ijazah, Sertifikat, dll
* Kartu Nama (jika ada)
5. Perluas Jaringan
Mencari pekerjaan seringkali memerlukan kerjasama team. Dalam hal ini anda harus memiliki jaringan atau networking
untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan tentang lowongan pekerjaan yang sesuai untuk anda. Anda bisa
bekerjasama dengan teman, anggota keluarga atau pun kenalan anda untuk mendapat berbagai informasi yang
dibutuhkan. Semakin luas networking maka akan semakin cepat kemungkinan anda untuk mendapatkan pekerjaan atau
setidaknya akan banyak peluang lowongan kerja yang tersedia.
6. Kenali Tempat / Perusahaan yang Dilamar
Kenyataan pahit yang harus dialami oleh pekerja karena di PHK atau para pencari kerja yang "ditipu" oleh si pemberi
pekerjaan, hendaknya menjadi pelajaran bagi anda sebelum mengirimkan surat lamaran pekerjaan. Artinya jangan
Employment jobs - Job search career - Career positions - Resume salary - Beasiswa - Scholarship
http://www.lowongan.info/front Powered by Joomla! Generated: 17 December, 2009, 23:02
sampai anda melamar di perusahaan yang kurang terjamin masa depannya. Salah satu cara yang paling mudah
dilakukan untuk mengenali perusahaan / pemberi pekerjaan adalah dengan mencari informasi secara rinci tentang
perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan tersebut, mencakup kemampuan finansial, jenis usaha, jenis
pekerjaan yang ditawarkan (pegawai tetap atau kontrak), siapa pemiliknya, dll. Jika akhirnya anda menemukan
kecocokan dengan tujuan karir anda maka barulah anda boleh mengirimkan surat lamaran. Dalam hal bahwa anda
melamar melalui iklan lowongan kerja yang ada di media massa maka pilihlah iklan lowongan kerja yang diterbitkan di
media massa yang sudah terpercaya. Dan untuk ini pun anda tetap harus mengecek lagi profile perusahaan pemberi
pekerjaan.
7. Melamar
Melamar pekerjaan membutuhkan suatu seni tersendiri oleh karena itu pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan
semua hal yang berhubungan dengan lamaran tersebut secara seksama. Lakukan hal yang sama setiap kali anda
melamar pekerjaan.
8. Wawancara Kerja
Wawancara kerja merupakan suatu proses yang menghantar anda ke "gerbang perusahaan". Artinya jika anda sudah
memasuki tahap wawancara kerja maka anda memiliki kesempatan untuk lebih mengenal perusahaan dan sebaliknya
perusahaan dapat mengenal potensi anda secara lebih rinci. Oleh karena itu, pencari kerja harus benar-benar
mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara kerja.
9. Menerima atau Menolak Tawaran Pekerjaan
Seperti yang telah dikemukakan bahwa mencari pekerjaan adalah gampang-gampang susah, maka konsekuensi logis
yang akan dihadapi setiap pencari kerja adalah diterima atau ditolak. Dalam kenyataannya, meski disadari bahwa
mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yang sulit, namun terkadang ada tawaran pekerjaan yang terpaksa ditolak
sendiri oleh si pelamar karena berbagai alasan. Dalam hal ini, jika anda termasuk pelamar yang terpaksa menolak
tawaran pekerjaan, maka lakukan hal tersebut dengan cara-cara elegance sehingga tidak menyinggung perasaan orangorang
di perusahaan yang anda lamar. Sebaliknya jika anda menerima tawaran kerja maka sampaikan rasa terima kasih
penghargaan atas kesempatan untuk berkarir di perusahaan tersebut dan tindaklanjuti dengan membuat kesepakatan
kerja serta langkah-langkah yang harus anda persiapkan sebelum mulai bekerja.
10. Evaluasi Proses
Jika anda tetap belum berhasil mendapatkan pekerjaan meski sudah menjalani beberapa langkah di atas, maka anda
perlu mengevaluasi seluruh proses pencarian pekerjaan. Tanyakan pada diri anda sendiri:
* Apakah saya sudah melakukan semua hal yang wajib dan perlu dilakukan?
* Seberapa jauh persiapan saya dalam menempuh setiap langkah di atas?
* Hal-hal apa saja yang perlu saya perbaiki dan apakah ada hal lain yang kurang?
Jika memang ternyata masih tetap gagal mendapat pekerjaan meski sudah merasa melakukan langkah-langkah yang
optimal, maka ada baiknya anda mencari bantuan kepada orang-orang yang profesional, misalnya konselor atau
psikolog. Dengan bantuan mereka anda mungkin bisa mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab kegagalan anda
mendapatkan pekerjaan.
Dengan pemahaman terhadap keseluruhan proses pencarian pekerjaan diharapkan individu memiliki ketahanan diri
dalam menghadapi berbagai tantangan sebelum berhasil memperoleh pekerjaan. Semoga tulisan ini memberikan
manfaat bagi anda semua yang saat ini sedang mencari pekerjaan. Selamat mencoba.
Subscribe to:
Posts (Atom)